PPDM Baim

My NeoBux

Sabtu, 31 Desember 2011

Kisi-Kisi Soal Tingkat II Semester Pondok Tahun 2012

Kisi-Kisi Soal Tingkat II Semester Pondok tahun 2012

Mata pelajaran Tajwid :
- soal dibuat dari :
     1. Muqodimah
     2. Bab Akhkaamittanwini wannunissaakinah
         Meliputi : a. Izhar   b. idgham   c. iqlab    d. ikhfa
     3. Bab Akhkaamilmiimi wannuunilmusyaddataini walmiimissaakinah
         Meliputi : a. Gunnah   b. Ikhfa Syafawi  c. izhar syafawi
     4. Babul Idgham
         Meliputi : a. Idgham Misli  b. Idgham Jinsi




Mata Pelajaran Hadist :
- soal dibuat dari :
    1. Diriwatkan Oleh siapa saja  Hadist 1-6 
    2. Hadist 1 - 6
        Meliputi :
        - Hadist 1  NIAT
        - Hadist 2  ISLAM, IMAN, IHSAN DAN KIAMAT
        - Hadist 3  RUKUN ISLAM
        - Hadist 4  ASAL KEJADIAN MANUSIA DAN KETENTUAN 
                          BAHAGIA ATAU CELAKANYA
        - Hadist 5  BID'AH
        - Hadist 6  PERKARA SYUBHAT





Jumat, 16 Desember 2011

suatu hari

Hari ini jum'at 16 desember 2011, aku bisa terbangun tepat pukul 11 siang., itupun karna suara panggilan, "ang baim dipanggil ibu" terdengar sayup-sayup ditelingaku, mendengar kata ibu yang memanggilku , akupun langsung terbangun dari tidurku, perasaaan tidak nyaman bertempat di punggungku , itu karena setelah sholat shubuh aku ketiduran dengan posisi yang salah, tanpa banyak merapihkan diri aku langsung turun kebawah untuk menumui ibu,"tolong kekantor pos isi listrik yang seratus ribu". mungkin karena segan dengan ibu tanpa cuci muka dan mandi aku melangkahkan diri ke kantor pos dengan pakaian kusut dan sarung yang berantakan, tapi ta apalah, dalam bayanganku saat itu hanya ada sang penjaga kasir pos yang menurutku sedikit membuat mataku terbangun dari mimpi-mimpi yang tak pasti.. kartu tanda pelanggan listrik pun aku berikan padanya, dengan senyum yang indah dia bertanya "yang berapa A ngisinya" dengan sedikit memandang matanya aku menyodorkan uang seratus ribuan " semuanya A " aku hanya mengangguk karna melihat matanya yang indah, waktu pun menunjukan pukul 11.30 itu tandanya aku harus bergegas untuk mandi dan menuju masjid baiturrohman weru, tentunya untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim tak lain dan tak buka yaitu sholat Jum'at, sholat jum'at selesai waktupun terus berjalan, sampai pesantren aku bingung ingin melakukan apa , sementara dalam bayanganku, jadwal hari ini sudah tersusun rapih , 15.30 aku sudah harus meluncur ke tempat foto copy untuk memperbanyak soal dari departemen agama yang hanya menyediakan 15 soal ujian untuk DTA , sedangkan baru seminggu kemarin murid DTA disini bertambah menjadi 40 anak, semester pun dimulai, mata pelajaran sejarah kebudayaan islam menjadi mata pelajaran penutup semester tahun ini, sedikit lega rasanya karna semester anak-anak sudah selesai, tapi terbesit juga bayangan akan sepinya tempat ini karna sebentar lagi akan datang libur madrasah,
Adzan maghrib berkumandang, sholat berjamaah pun didirikan, seperti biasa surat2 pendek tak lupa kami baca bersama-sama setelah sholat selesai, bagiku setelah maghrib itu merupaka suatu tantangan untuk bisa mengajarkan ilmu tata cara baca al-Qur'an pada dua muridku yang sangat spesial ini, karna mereka ridak sama dengan anak-anak yang lain harus butuh sedikti lebih sabar dalam menyampaikan ilmu itu, tapi hari ini aku dibuat bahagia , karna begitu dites apa yang saya ajarkan selama ini mereka menjawab dengan lancar dan suara yang lantang, aku bahkan sempat terdiam, aku kira ini mimpi, tapi memamng ini kenyataan, dalam hatiku berkata ,terimakasih ya Allah karna engkau telah membukakan pintu kecerdasannya,

Rabu, 07 Desember 2011

kisah lucu Santri Baru dan Do’a Masuk WC


Santri Baru dan Do’a Masuk WC




              Sudah menjadi kelaziman di pesantren setiap malam Jum’at ba’da sholat Magrib membaca Yasin dan tahlil untuk mendoakan keluarga masing-masing santri, sehingga hampir semua santri hafal di luar kepala tentang bacaan Yasin dan Tahlil.
Terdapat santri baru, sebut saja namanya Asmuni. Santri Baru Asmuni cinta sekali dengan kyai sehingga seluruh gerak-gerik yang dilakukan meniru gaya kiyai, dari cara bicara, cara berjalan, ketika becanda, gaya marahnya kyaipun ditiru, bahkan gaya pidato KH Zainunddin MZ da’i sejuta umat, tak luput di tiru pula.
Dan sudah menjadi tradisi ketika ada tetangga Pesantren yang meninggal dunia atau sekedar mendoakan keluarga, santri pesantren turut di undang oleh masyarakat lingkungan untuk sekedar turut mendo’akan dan berbaur bersama-sama dengan mesayarakat, tak luput Santri Baru Bsmuni, juga turut dalam rombongan itu.
Sepakat santri senior mengerjain Santri Baru Asmuni, saat pelaksanaannya Santri Baru Asmuni di daulat untuk memimpin tahlil.
        “Monggo ustadz katuran” , di persilakanlah Santri Baru Asmuni untuk memimpin.
Dengan muka memerah dan gugup langsung Santri Baru Asmuni menduduki tempat yang telah disediakan tuan rumah untuk memimpin tahlil.
Tanpa muqoddimah dan basa-basi santri baru memimpin kuur menyamakan suara.
“Afddoludzikri fa’lam annahu laa ilaa ha ilallah”, diulangnya tiga kali.
Kemudian bacaan “Laa ilaa ha ilallah”, full dibaca lebih dari tiga puluh menit tanpa bacaan yang lain, bersama para santri dan undangan.
Ketika dirasa sudah cukup, Santri Baru Asmuni, bertepuk tangan satu kali dengan keras, tanda menghentikan bacaan, dan meredalah bacaan “laa ilaa ha ilallah
Kemudian, masih dengan agak gugup Santri Baru Asmuni melanjutkan dengan do’a penutup, pelan tapi jelas terdengar bacaan “Allahumma inni a’udzubika minal khobaa’its wal khobaa’itsi, dibaca dengan khusuk sambil memejamkan mata dan mengangkat tangan berulang-ulang, sedangkan para santri yang lain dan para undangan turut mengamini. Itulah do’a yang terpampang dipintu masuk kamar mandi umum santri.
Ketika mau pulang, tuan rumah bertanya dengan sedikit berbisik, “Ustadz kok tadi bacaanya hanya itu?”
Di jawabnya dengan percaya diri yang dipaksakan, “Ooohh … Itu bacaan yang paling utama.”
Dan tak lupa tuan rumah memberikan tiga besek tersendiri khusus pada Santri Baru Asmuni.
Sambil memerintah Santri Senior, “Kang tolong dibawakan,” sambil menyodorkan tiga besek bingkisan dan jalan kaki, Santri Baru Asmuni ganti mengerjai.
               Sedangkan Santri Baru Asmuni pulang di antar oleh keluarga tuan rumah naik motor.
Kabar terakhir Santri Baru Asmuni, menjadi da’i dan kyai muda di pulau Dewata Bali, dan sudah naik haji… Barokah Kyai, Santri Baru Asmuni menjadi KH. Asmuni.