PPDM Baim

My NeoBux

Jumat, 16 Desember 2011

suatu hari

Hari ini jum'at 16 desember 2011, aku bisa terbangun tepat pukul 11 siang., itupun karna suara panggilan, "ang baim dipanggil ibu" terdengar sayup-sayup ditelingaku, mendengar kata ibu yang memanggilku , akupun langsung terbangun dari tidurku, perasaaan tidak nyaman bertempat di punggungku , itu karena setelah sholat shubuh aku ketiduran dengan posisi yang salah, tanpa banyak merapihkan diri aku langsung turun kebawah untuk menumui ibu,"tolong kekantor pos isi listrik yang seratus ribu". mungkin karena segan dengan ibu tanpa cuci muka dan mandi aku melangkahkan diri ke kantor pos dengan pakaian kusut dan sarung yang berantakan, tapi ta apalah, dalam bayanganku saat itu hanya ada sang penjaga kasir pos yang menurutku sedikit membuat mataku terbangun dari mimpi-mimpi yang tak pasti.. kartu tanda pelanggan listrik pun aku berikan padanya, dengan senyum yang indah dia bertanya "yang berapa A ngisinya" dengan sedikit memandang matanya aku menyodorkan uang seratus ribuan " semuanya A " aku hanya mengangguk karna melihat matanya yang indah, waktu pun menunjukan pukul 11.30 itu tandanya aku harus bergegas untuk mandi dan menuju masjid baiturrohman weru, tentunya untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim tak lain dan tak buka yaitu sholat Jum'at, sholat jum'at selesai waktupun terus berjalan, sampai pesantren aku bingung ingin melakukan apa , sementara dalam bayanganku, jadwal hari ini sudah tersusun rapih , 15.30 aku sudah harus meluncur ke tempat foto copy untuk memperbanyak soal dari departemen agama yang hanya menyediakan 15 soal ujian untuk DTA , sedangkan baru seminggu kemarin murid DTA disini bertambah menjadi 40 anak, semester pun dimulai, mata pelajaran sejarah kebudayaan islam menjadi mata pelajaran penutup semester tahun ini, sedikit lega rasanya karna semester anak-anak sudah selesai, tapi terbesit juga bayangan akan sepinya tempat ini karna sebentar lagi akan datang libur madrasah,
Adzan maghrib berkumandang, sholat berjamaah pun didirikan, seperti biasa surat2 pendek tak lupa kami baca bersama-sama setelah sholat selesai, bagiku setelah maghrib itu merupaka suatu tantangan untuk bisa mengajarkan ilmu tata cara baca al-Qur'an pada dua muridku yang sangat spesial ini, karna mereka ridak sama dengan anak-anak yang lain harus butuh sedikti lebih sabar dalam menyampaikan ilmu itu, tapi hari ini aku dibuat bahagia , karna begitu dites apa yang saya ajarkan selama ini mereka menjawab dengan lancar dan suara yang lantang, aku bahkan sempat terdiam, aku kira ini mimpi, tapi memamng ini kenyataan, dalam hatiku berkata ,terimakasih ya Allah karna engkau telah membukakan pintu kecerdasannya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar