SEJARAH PASKIBRA
Pada tahun 1946 – 1967 pertama kali didirikan Pasukan Pengibar yang terdiri dari Marinir , Brimob, Polisi dan Pegawai Presiden. Pada tahun 1945 Bendera Merah Putih (Pusaka) diturunkan dan pada tahun 1969 terbentuklah Paskibra Tingkat I Propinsi dan Tingkat II Kabupaten.
Pada tahun 1973 Idik Sulaeman mencetuskan Paskibra yang dilambangkan teratai. Teratai artinya biasa yang tumbuh dari bawah suatu Negara yang mampu berguna bagi masyarakat dan sekitarnya.
Kemudian 16 Mata Rantai di lingkaran dan 16 buah ketupat yang mencerminkan adanya hubungan persatuan dan kesatuan anggota Paskibra dan Paskibraka .
Kemudian 3 kelompok di atas bunga teratai mengandung arti :
1. Belajar
2. berlatih
3. Bekerja
Kemudian 3 kelompok di bawah bunga teratai mengandung arti :
1. Aktif
2. Disiplin
3. Gembira
Pendiri Paskibra dan Paskibraka adalah “Adi Husain Muntahar”
SEJARAH PURNA PASKIBRAKA INDONESIA
Pada tahun 1975, sejumlah alumni (purna) Paskibraka tingkat nasional berkeinginan untuk mendirikan organisasi alumni. Kemudian mereka menyampaikan keinginan tersebut kepada para pembina di Jakarta. Pembina menawarkan sebuah nama, Reka Purna Paskibraka (RPP), yang berarti persahabatan pada alumni Paskibraka. Kemudian digodok lagi menjadi Purna Eka Paskibraka (PEP), yang berarti wadah berhimpun dan pengabdian para alumni Paskibraka, dan resmi dikukuhkan pada tanggal 28 Oktober 1976.
Para alumni di Jakarta meneruskan gagasan pendirian RPP, dan di Bandung berdiri pula Eka Purna Paskibraka (EPP). Ketiga organisasi hanya terkoordinasi dibawah bidang binmud kanwil depdikbud dan belum membentuk forum komunikasi di tingkat pusat.
Tahun 1980, Direkorat Pembinaan Generasi Muda (PGM) berinisiatif mendayagunakan potensi alumni berbagai program termasuk program pertukaran pemuda Indonesia Kanada dan SSEAYP (Kapal Pemuda Asean Jepang). Organisasi itu bernama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Selain Jakarta, Bandung, dan Jogya, seluruh Purna Paskibraka digabungkan ke dalam PCMI sampai dengan tahun 1985.
Surat Keputusan Dirjen Diklusepora No.Kep.091/E/O/1985 tanggal 10 Juli 1985, alumni Paskibraka dan pertukaran pemuda dipisahkan. Kemudian ditetapkan bahwa PPI adalah organisasi binaan yang bersifat regional dan provinsial, yang berarti organisasi PPI ada di tiap propinsi.
Tahun 1980, Direkorat Pembinaan Generasi Muda (PGM) berinisiatif mendayagunakan potensi alumni berbagai program termasuk program pertukaran pemuda Indonesia Kanada dan SSEAYP (Kapal Pemuda Asean Jepang). Organisasi itu bernama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Selain Jakarta, Bandung, dan Jogya, seluruh Purna Paskibraka digabungkan ke dalam PCMI sampai dengan tahun 1985.
Surat Keputusan Dirjen Diklusepora No.Kep.091/E/O/1985 tanggal 10 Juli 1985, alumni Paskibraka dan pertukaran pemuda dipisahkan. Kemudian ditetapkan bahwa PPI adalah organisasi binaan yang bersifat regional dan provinsial, yang berarti organisasi PPI ada di tiap propinsi.
Purna Paskibraka Indonesia didirikan tanggal 21 Desember 1989 di Cipayung Bogor melalui Musyawarah Nasional I Purna Paskibraka Indonesia. Purna Paskibraka Indonesia adalah Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang bertujuan :
Menghimpun dan membina para anggota agar menjadi warga Negara Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, setia dan patuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi Pandu Ibu Pertiwi.
Mengamalkan dan mengamalkan Pancasila
Menghimpun dan membina para anggota agar menjadi warga Negara Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, setia dan patuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi Pandu Ibu Pertiwi.
Mengamalkan dan mengamalkan Pancasila
Membina watak,kemandirian dan profesionalisme,memelihara dan meningkatkan rasa persaudaraan, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, mewujudkan kerjasama yang utuh serta jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara, memupuk rasa tanggung jawab dan daya cipta yang dinamis, serta kesadaran nasional di kalangan para anggota dan keluarganya.
Membentuk manusia Indonesia yang memiliki ketahanan mental (tangguh), cukup pengetahuan dan kemahiran teknis untuk dapat melaksanakan pekerjaannnya (tanggap ) serta daya tahan fisik / jasmani (tangkas).
Membentuk manusia Indonesia yang memiliki ketahanan mental (tangguh), cukup pengetahuan dan kemahiran teknis untuk dapat melaksanakan pekerjaannnya (tanggap ) serta daya tahan fisik / jasmani (tangkas).
Purna Paskibraka Indonesia mempunyai fungsi :
Pendorong dan pemrakarsa pembaharuan dengan menyelenggarakan kegiatan yang konstruktif sehingga dapat menjadi pelopor untuk kemajuan bangsa dan Negara.
Wadah pembinaan dan pengembangan potensi anggota sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Wadah pembinaan dan pengembangan potensi anggota sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Pengurus Purna Paskibraka Indonesia disusun secara vertikal dengan urutan, yaitu :
- Pengurus Pusat berkedudukan di Ibukota Negara RI
- Pengurus Propinsi berkedudukan di Ibukota Propinsi
- Pengurus Kabupaten/Kota berkedudukan di Ibukota Kabupaten / Kota
Lambang Purna Paskibraka Indonesia adalah bunga teratai yang dilingkari rantai berbentuk bulatan dan segi empat berjumlah 16 pasang. Makna dari lambang tersebut adalah :
- Lambang berupa bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas air, hal ini bermakna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda dan pemudi yang tumbuh dari bawah (orang biasa) dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun.
- Bunga teratai berdaun bunga 3 (tiga) helai tumbuh ke atas (mahkota bunga), bermakna belajar, bekerja, dan berbakti.
- Bunga teratai berdaun bunga 3 (tiga) helai tumbuh ke atas (mahkota bunga), bermakna belajar, bekerja, dan berbakti.
- Bunga teratai berkelopak 3 (tiga) helai mendatar bermakna aktif, disiplin, dan gembira.
- Mata rantai berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok penjuru (16 penjuru arah mata angin) tanah air.
- Mata rantai berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok penjuru (16 penjuru arah mata angin) tanah air.
- Rantai persaudaraan ini tanpa memandang asal suku, agama, status sosial, dan golongan, akan membentuk jalinan mata rantai persaudaraan yang kokoh dan kuat. Sehingga mampu menangkal bentuk pengaruh dari luar dan memperkuat ketahanan nasional, melalui jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah tertanam dalam dada setiap anggota Paskibraka.
PANCA SATYA PASKIBRA
5 (lima) Dasar Paskibra yaitu :
1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menanamkan disiplin yang tinggi.
3. Patuh dan taat kepada peraturan.
4. Menanamkan kejujuran, sopan dan santun terhadap sesame.
5. Cinta terhadap alam , siap memelihara dan menjaga kelestarian.
MOTTO PASKIBRA
Paskibra itu tidak takut kalah
Paskibra itu tidak takut salah
Paskibra itu tidak takut jatuh
Paskibra itu tidak takut mati
Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati sekalian
Satu untuk semua
Semua untuk satu
KEPEMIMPINAN
? Pemimpin : Orang yang ditunjuk orang lain atas dasar kepercayaan dan kekuasaan.
? Kepemimpinan : Suatu seni seorang pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya agar melakukan sesuatu yang menjadi tujuan pemimpin tersebut.
.
TIPE-TIPE SEORANG PEMIMPIN
1. Otoriter : Sikap seorang pemimpin yang langsung dan tidak dapat dibantah.
2. Demokrasi : Sikap seorang pemimpin yang dalam menyelesaikan masalah dengan cara berunding/bermusyawarah dan selalu meningkatkan anggotanya.
3. Lainsz Faizes : Sikap seorang pemimpin yang acuh tak acuh terhadap bawahannya.
4. Parental : Sikap seorang pemimpin yang dalam memberi petunjuk pada anak buahnya, seperti seorang ayah pada anaknya.
5. Diktator : Seorang pemimpin yang mengatur anak buahnya semaunya sendiri.
6. Absolut : Sikap seorang pemimpin yang memiliki kekuasaan dan kekuatan yang sangat terbatas.
7. Militeris : Sikap seorang pemimpin yang masih menggunakan sistem mandorisasi.
8. Otokrasi : Organisasi yang dianggap milik sendiri pribadi dan anggotanya hanya sebagai alat.
9. Situasioner : seorang pemimpin yang menjadi pemimpin berdasarkan situasi.
10. Kharisma : pemimpin yang mempunyai wibawa.
11. Patner : Pemimpin yang menganggap bawahannya masih rendah.
SIKAP-SIKAP YANG HARUS DIMILIKI
OLEH SEORANG PEMIMPIN
1. Bertaqwa kepada Tuhan YME. 7. Tegar.
2. Bertanggung jawab. 8. Disiplin.
3. Adil. 9. Optimis
4. Berwibawa. 10. Cakap.
5. Mengetahui pengetahuan yang luas. 11. Ulet.
6. Berinisiatif. 12. Berpangkat/berbakat.
13. Bijaksana.
KELEMAHAN SEORANG PEMIMPIN
1. Harta.
2. Tahta.
3. Wanita.
PROGRAM KERJA KEPEMIMPINAN
1. Efektif, efesien atau dapat digunakan kapan saja.
2. Dapat mencerminkan esensensi.
ASAS-ASAS KEPEMIMPINAN
SEJARAH BENDERA MERAH PUTIH
Pertama kali bendera dikibarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Bendera Merah Putih ditetapkan sebagai Bendera Negara Republik Indonesia yaitu sejak tanggal 17 Agustus 1945 pada hari Proklamasi Kemerdekaan Rebublik Indonesia (RI) di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Adapun Pengibarnya adalah :
1. Latief Hendra Ningrat sebagi pengerek.
2. Dewi sebagai pembawa baki.
3. Suhud sebagai penggebrak.
Keistimewaan Bendera Merah Putih adalah :
1. Tidak mudah luntur.
2. Tidak berjahit.
3. Berwarna merah tua.
4. Menggunakan benang asli.
5. Terbuat dari anyaman.
6. Mempunyai 300 rajutan/anyaman.
Dasar hukum yang mengatur tentang bentuk bentuk, ukuran dan penggunaan adalah Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 1958 dan ditetapkannya Bendera Kebangsaan ini pada tanggal 26 Juni 1958 di Jakarta yang tercantum di dalam UUD 1945 pada Bab XV Pasal 35.
BENDERA REPUBLIK INDONESIA
Bendera adalah secarik benda yang berwujud kain tipis atau sejenisnya, berisikan bentukan dan berwarna. Kata bendera berasal dari bahasa Spanyol, Portugis dan itali. Dari bahasa Spanyol “Bandera” , dari bahasa Portugis “Bendera” dan dari bahasa Itali “Bandiera”. Kata Band artinya berkibar da Era artinya baru..
Bendera Merah Putih dalam bahasa kuno atau kawi disebut “Tunggul Bak Lawan Putih” (pada kerajaan Majapahit). Arti dari Merah : keberanian untuk berjuang, Arti dari Putih : kesucian dan kemuliaan. Merah Putih berarti keberanian atas kesucian (berdasarkan buku Bhagawat kita) sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara berarti berani atas keberanian.
Panjang bendera 3 : 2. Bendera dikibarkan ½ tiang berarti sedang berkabung (duka cita), 36 x 54 dipasang di Presiden. Bendera dikibarkan pertama kali di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Benda-benda yang dianggap sebagai lambang Merah Putih : emas dan perak. Pujangga Walmiliki dalam kitabnya Ramayana menamai Tanah Air kita dengan “Swarmarupyakadwipa” yang artinya (Swarma : emas, rupyaka : perak, dwipa : pulau rusak, emas dan perak). Kembang tunjung (luttos) Pagma dan Sweta (merah putih).
SYARAT-SYARAT YANG TERLARANG
BENDERA MERAH PUTIH PUSAKA
1. Tidak boleh kena air.
2. Tidak boleh menyentuh tanah.
3. Tidak boleh jatuh.
4. Tidak boleh terbalik.
5. Tidak boleh lepas.
SEJARAH CIREBON
Sejarah Cirebon berhubungan dengan perkembangan Kerajaan Padjadjaran dengan adanya perkawinan Prabu Siliwangi dengan Raden Mas Subang Keranjang dan lahirlah 3 orang anak :
1. Pangeran Walang Sungsang.
2. Nyi Mas Rara Santang.
3. Pangeran Kian Santang.
CAPAS GUNDUL
Tanjung Perak tepi laut
Siapa suka boleh ikut
Ini rambut, ini janggut
Ini sikut, ini perut
Di bawah perut ada jempol
Jempol bulat panjang
Disukai perempuan
Bergerak maju mundur di atas tempat tidur
Menghasilkan “ Capas Gundul “.
MARS PASKIBRA
Kami Paskibra 2011
Pemuda-pemudi putra Negara
Kusuma bangsa berjiwa satria
Harapan Bangsa
Kami Paskibra 211
Bertekad bulat
Amalkan bakti, ikhlas mengabdi
Agar Negara tetap merdeka
MAHA WARE
Tinggalkan ayah, tinggalkan ibu (ayak ibu)
Izinkan kami pergi berjuan (berjuang)
Di bawah kibaran merah putih (merah putih)
Majulah ayo maju menyerbu (serbu)
Tidak kembali pulang (pasti pulang)
Sebelum Paskibra yang menang (pasti menang)
Walau mayat terhampar di medan perang
Untuk bangsa kamilah berjuang
Maju ayo maju ayo terus maju
Singkirkanlah dia … dia … dia …
Kikis habislah mereka demi Negara Indonesia
Wahai Patriot pembela Negara
Dimana engkau berada (di sini)
Lanjutkan perjuangan para pahlawan
Demi nusa dan bangsa Indonesia
WAYANG ROMOYONO
Ceritane wayang romoyono
Ing negoro elengko dirojo
Doso Murko roh Wono Rojo
Gawe geger nyolong dewi sinto
Anoman si ketek putih
Suasono sinto dijamuli
Kenagan ing drajit sang putih
Duh … Anoman ora wedi getih
Eh …lukae anoman diobong (diobong 2x)
Eh … lukae alengko diobong (diobong 2x)
Doso muko … mala geleng-geleng
Bong-bong diobong (2x)
LARI - LARI
Siang-siang berlari
Tinggalkan ayah ibu
Tinggalkan si jantung hati
Demi sang merah putiih
He … he … he …
He … e … e … o
1 … 2 … 3 … 4 …
Ayo kita lari siang
Biar badan bisa sehat
Tenaga pun ikut kuat
Olaeo … olaeo …
SEKALI BENDERA TERKEMBANG
JATUH LUSUH BERPANTANG
Kawan dengarkanlah suara genderang tidak bergema
Hari-hari ini kita isi dengan makna
Melangkah bersatu padukan derap langkahmu
Songsonglah dengan ceria masa depanmu
Jadilah kau seorang pengibar bendera
Generasi yang mandiri dan tekun bekerja
Berbakti mengabdi, bangunlan negeri
Agar tetap jayalah bagi ibu pertiwi
Berkibarlah terus panji-panji bangsaku
Tepis semua badai topan yang menghalangimu
Sekali bendera panji terkembang
Jatuh lusuh terkoyak itu semua berpantang (3x)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar